4 jenis media tanam hidroponik yang hasilnya bagus

Ada beberapa jenis media tanam hidroponik. Media tanam ini bisa digunakan sesuai dengan sistem hidroponik yang digunakan. Misalnya media tanam cocopeat, baiknya kalau dipakai hidroponik sistem wick.

jenis media tanam hidroponik yang lain seperti arang sekam, bisa dipakai untuk sistem wick dan guyur ponik. Belum tahu apa itu guyur ponik? Lihat dulu ya di jenis sistem hidroponik.

Ok, mari kita bahas ya, satu per satu jenis media tanam hidroponik yang bisa kita gunakan. Siapa tahu,salah satunya ada disekitar kita.

Media tanam hidroponik?

Media tanam hidroponik adalah suatu bahan atau material yang digunakan untuk menyemai bibit tanaman. Selain itu ia juga membantu menyangga posisi tanaman saat dipindahkan ke modul pembesaran.

Untuk berhidroponik, media tanam ini harus ada ya. Karena tidak bisa kalau tidak menggunakan media tanam. Nanti tanaman bisa ambruk, roboh dan tumbuhnya tidak menarik.

Selain itu, dengan menggunakan media tanam yang sesuai, perawatan tanaman sejak kecil menjadi lebih mudah. Misalnya bayam, kan kecil – kecil tuh waktu di semai. Kalau media tanam yang dipakai rockwool proses mindah-mindahnya jadi gampang.

Tidak hanya itu, selain untuk menopang tanaman media tanam juga menjadi tempat awal mula berkembangnya akar. Waktu akar – akarnya masih pendek, akar hanya tumbuh di dalam media tanam. Baru, kalau sudah panjang – panjang, akar langsung nyentuh ke air hidroponik.

Memilih jenis media tanam hidroponik

Jenis media tanam ada yang universal dan ada yang spesifik. Yang praktis dan simple adalah rockwool. Karena rockwool bisa dipakai untuk berhidroponik sistem apapun. Baik itu DFT, Rakit Apung, NFT, dan lainnya.

Meskipun praktis, kelemahan rockwool adalah harganya yang mahal. Rockwool ini biasanya dijual ukuran 1 slab. Satu slabnya ukurannya 100 cm x 15 cm x 7,5 cm. Harganya 70 ribuan.

Selain rockwool kita bisa pakai cocopeat, arang sekam, hidroton dan busa. Tapi untuk pemula, sebaiknya pakai rockwool saja. Biar hidroponik terasa mudah dan menyenangkan.

Daftar Jenis Media tanam hidroponik

Berikut ini adalah daftar atau list dari media tanam hidroponik yang bisa kita pakai. Banyak pilihan ya, tapi ndak perlu bingung. Pilih rockwool saja, hehe.

Rockwool

jenis media tanam hidroponik

Ini adalah Media tanam yang paling banyak digunakan. Rockwool juga sangat populer di kalangan hobbies hidroponik. Selain itu, ia juga sangat praktis. Memang harganya lebih mahal tapi sangat mudah digunakan.

Satu slab rockwool harganya sekitar 70 ribu. Dan itu belum termasuk biaya kirim kalau kita belinya online.

Meskipun terkesan mahal, sebenarnya tidak juga. Hal ini karena per slabnya, bisa kita gunakan menjadi sekitar 200 titik tanam. Tinggal dibagi saja berapa rupiah per titik tanamnya.

Kelebihan yang lain adalah rockwool mampu menyimpan air lebih banyak, teksturnya yang phorus menjadikanya bagus untuk aerasi dan pertumbuhan perakaran.

Akan tetapi dibalik itu, kelemahan dari media tanam ini adalah sifatnya yang cenderung alkaline atau basa.

Ini karena rockwool dibuat dari batuan mineral. Untuk menstabilkan ph nya, rockwool dapat direndam di air bersih yang pHnya kita atur di angka 3 – 4 selama semalam.[2]

Setelah itu, kita angkat rockwool dan kita ukur pH air rendamannya. Kalau angkanya sudah diangka sekitar 5,5, rockwool sudah siap pakai.

Kalau masih diangka itu, ulangi lagi langkah di atas.

Cukup merepotkan bagi saya sendiri. Bagaimana kalau Anda? Apakah Anda melakukan treatment ini sebelum pakai rockwool?

Arang sekam

jenis media tanam hidroponik

Arang sekam adalah sekam padi yang dibakar. Ada juga yang menyebutnya dengan sekam bakar.

Cara membuatnya adalah dengan membakar sekam padi. Tapi kita hentikan proses pembakarannya supaya sekam tidak menjadi abu. Kalau sampai menjadi abu, warnanya menjadi putih abu – abu.

Kalau diperkotaan, kita bisa mendapatkan arang sekam ini di tempat penjualan bunga dan tanaman hias.

Tapi harganya sedikit lebih tinggi. Sekitar 5000 rupiah per bagnya. Bukan sak bulog ukuran 25 kg lho ya…

Keunggulan media tanam arang sekam

Kelebihan arang sekam kalau digunakan sebagai media tanam hidroponik adalah sebagai berikut.

1 . Harganya murah.

2 . Mudah diperoleh.

3. pH netral. Tingkat keasaman dari arang sekam ini adalah netral. Derajat pHnya antara 7 – 7,5. sedangkan porositasnya sekitar 77%.[1]

4 . Kemampuan menyimpan air cukup bagus.

Apa lagi? Silahkan tambahkan di komentar ya,jika masih ada yang kurang.

Media tanam hidroponik cocopeat

Cocopeat adalah sabut kelapa yang digiling halus. Diparut atau digiling tapi yang jelas hasilnya menjadi halus.

Cocopeat ini juga bagus untuk media tanam hidroponik. Karena cukup bersih dan kaya akan unsur hara.

Tapi cocopeat harganya mahal. Untuk hidroponik skala kecil sih ndak masalah. Tapi kalau untuk skala industri sepertinya akan menambah banyak tenaga.

Hidroton

Hidroton adalah lempung yang dipanaskan dan berbentuk seperti kelereng. Jenis media tanam hidroponik yang satu ini bagus kualitasnya.

Karena dia bisa menyerap air cukup banyak. pH nya netral dan stabil serta bisa dipakai berulang kali. Berbeda dengan rockwool, arang sekam dan cocopeat di atas. Rockwool malah sekali pakai. Kalau cocopeat dan arang sekam mungkin masih ada sisa sebagian setelah tanaman hidroponik di panen.

Tapi, hidroton ini terbilang cukup mahal. Per liter sepertinya dijual di harga 15 ribuan.

Sebenarnya alternatif hidroton ini banyak. Misalnya pecahan genteng atau batu bata. Kurang lebih sifatnya sama. Berpori – pori dan mampu menyerap air cukup banyak.

Busa/spons

Busa bisa digunakan sebagai jenis media tanam hidroponik alternatif. Busa memiliki sifat – sifat yang bisa digunakan untuk berhidroponik.

Yaitu:

Berpori, dan mampu menyimpan air.

Tapi, tergantung kerapatan porinya. Kalau pori busa terlalu besar, kemampuan nyerap airnya sedikit. Sedangkan jika beli busa yang porinya padat, harganya 11-12 dengan rockwool.

Seperti itu ya, tentang jenis media tanam hidroponik ini. Pakai rockwool saja lah. Lebih praktis dan tidak ribet. Hehe…makasih sudah mampir.

Perbandingan hasil antar media tanam hidroponik

Berdasarkan penelitian,

Yang pertama adalah media arang sekam untuk tomat hidroponik.

Media tanamArang sekamArang serbuk Sabut Kelapa
Panjang akar utama (cm)22,41  15,23
Luas daun (cm2)876,92785,5
Tinggi tanaman (cm)65,6566,94
Diameter batang (cm)1,181,16
Bobot per buah (g)12,9612,08
Jumlah Buat/tanaman (g)34,335,3

Data di atas adalah hasil penelitian tanaman tomat yang ditanam dengan polibag.[1]

Memang tidak ada rocwool pada data di atas. Ya karena yang ditanam adalah tomat. Tidak mungkin kalau pakai rocwool.

Jadi biar tidak terkesan kalau arang sekam cocoknya untuk tanaman buah yang berbatang, kita akan lihat pemakaian arang sekam untuk sayuran daun.

Sebagai perbandingan, mari kita lihat hasil dari penelitian yang lain.

Media tanamArang sekamPasir
Jumlah daun (helai)10,3312,6
Luas daun (cm2)171,87254,03
Bobot segar/tanaman (g)38,8629,88
Indeks panen0,930,96

Data di atas adalah hasil penelitian dari tanaman pakcoi pada umur 35 hst.[3]

Akan tetapi sistem hidroponik yang digunakan menggunakan media polibag.

Untuk yang di modul pipa sistem DFT, tunggu saya punya riset sendiri.

Kesimpulan

Saya tetap lebih suka pakai arang sekam untuk media tanam hidroponik saya. Bagaimana dengan Anda? Silahkan tulis jawaban Anda di komentar ya ( kalau bersedia).

Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas komentarnya.

Mungkin ya, kalau tanaman hidroponik kita untuk dijual, proses panen kalau pakai arang sekam akan merepotkan. Karena kita harus membersihkan arang sekam dari akar.

Tapi kalau untuk dikonsumsi sendiri, saya kira itu tidaklah jadi masalah. Karena kita tentu tidak makan akar bukan?

Saat ini, saya sedang melakukan riset antara media tanam rockwool dengan arang sekam. Nanti jika saatnya tiba, akan saya postingkan.

Ok, saya kira sampai di sini saja. Saya ucapkan terima kasih untuk semuanya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Referensi

[1] Indrawati, Ratna, Didik Indradewa dan Sri Nuryani Hidayah Utami. 2012. Pengaruh Komposisi Media dan Kadar Nutrisi Hidroponik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.)  Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

[2] https://www.fullbloomhydroponics.net/how-to-prepare-rockwool-cubes/

[3] Wahyuningsih, Anis, Sisca Fajriani dan Nurul Aini. Komposisi Nutrisi dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Sistem Hidroponik. Jurnal Produksi Tanaman Vol. 4 No. 8, Desember 2016: 595-601 ISSN: 2527-8452.

Leave a Comment